Aku tidak tahu apakah aku ini menderita kelainan atau memang normal untuk laki-laki seusiaku. Aku suka sekali melihat cewek memakai baju dalam atau bikini seksi, yang bagian samping celana dalamnya berupa tali.
Selama ini aku hanya menikmati “pemandangan menggairahkan” itu melalui internet. Tapi secara tak terduga aku melihat sendiri, walaupun tidak “langsung” alias tertutup baju.
Waktu itu aku mengantar mama dan adikku ke Carrefour. Karena sudah berkali-kali ke situ, aku jadi bosan. Mama dan adikku masuk untuk berbelanja, aku duduk-duduk menunggu di depan deretan kasir.
Aku duduk membelakangi kasir dan melihat-lihat berbagai kios makanan yang ada di dalam gedung Carrefour. Tanpa kuduga-duga, aku melihat seorang cewek mengenakan gaun terusan ketat berbahan kaus berwarna merah hati sedang mengantri di depan kios penjual kentang goreng.
Saking ketatnya baju yang dia pakai, celana dalam (maaf) cewek itu ngecap (membekas pada baju). Yang membuat jantungku sedut-senut, model celdamnya adalah seperti yang kusukai, yaitu bertali di bagian samping.
Otak ngeresku langsung membayangkan cewek yang kebetulan lumayan cakep itu tanpa busana. Pastilah sangat seksi. Apalagi kulitnya putih dengan rambut panjang lurus terurai seperti itu.
Beberapa saat lamanya mataku memandanginya dengan nanar. Tapi kemudian aku sadar kalau aku sedang berada di tempat umum. Sesekali kualihkan pandanganku, pura-pura melihat-lihat ke tempat lain, namun kembali lagi memandangi cewek itu.
Aku beruntung karena posisi dudukku hanya berjarak sekitar 5 meter darinya, sehingga mata dan imajinasiku terpuaskan menelanjanginya. Apalagi ia mengantri cukup lama sebelum tiba gilirannya untuk pesan kentang goreng.
Tampaknya ia merasa kalau kupandangi, karena sesekali ia menoleh ke arahku. Saat itu terjadi, aku menoleh ke tempat lain agar tidak “tertangkap basah” tengah menikmati keindahan ngecapnya.
Aku berkhayal, aku mendekatinya, lalu memperkenalkan diriku. Lalu kukatakan kalau aku ingin ngomong sesuatu sambil memintanya agar tidak marah pada omonganku. Yang ingin kukatakan padanya adalah, “Celana dalammu seksi”.
Yah, itu cuma khayalanku saja. Jelas aku tak berani ngomong begitu. Bisa-bisa ditamparnya. Lebih celaka lagi kalau aku diteriaki maling.
Yang kulakukan cuma duduk manis sambil menelan ludah dan sesekali mencuri pandang padanya.
Sayang sekali mama dan adikku keburu selesai belanja dan membayar di kasir. Padahal cewek itu masih di sana. Sayang sekali. (*)
Jika Anda berminat mengirim curhat, klik di sini.

