Libido Tinggi

Nana, 49 tahun:

Saya seorang ibu rumah tangga beranak 3 anak yang sudah menginjak remaja. Meski usia saya menjelang setengah abad, tapi saya masih saja mudah terangsang. Misalnya jika menyaksikan adegan mesra atau laki-laki gagah dan ganteng di film, atau bahkan sekedar melihat suami telanjang keluar dari kamar mandi, hasrat saya jadi menggebu-gebu.

Selama ini kehidupan seks saya baik-baik saja. Saya dan suami berhubungan intim paling tidak 5 sampai 6 kali sebulan dan saya selalu mendapatkan kepuasan dari suami saya. Kadang saya merasa kurang, tapi mengingat kondisi fisik suami saya yang seorang pekerja keras, saya tak sampai hati untuk meminta.

Sekali-sekali saya melakukan masturbasi untuk memuaskan libido saya saat suami dinas ke luar kota, tapi setelah itu selalu dibayang-bayangi rasa bersalah. Apakah saya seorang hypersex?


Jawab:

Hypersex adalah kelainan seksual di mana si penderita mengalami kesulitan untuk mengendalikan dorongan seksualnya dan selalu berorientasi pada hal-hal yang berbau seksual. Setiap saat setiap waktu selalu terobsesi pada seks, baik hanya sekedar berimajinasi atau sampai melakukannya secara berlebihan.

Seseorang bisa dikategorikan sebagai hypersex jika ia sudah sampai pada kondisi kecanduan seks dan menjadikan seks sebagai pelampiasan, tak hanya nafsu, tapi juga masalah yang dihadapinya. Menurut seorang pakar seks, munculnya perilaku hypersex berhubungan dengan kemampuan seseorang mengendalikan emosinya. Itulah sebabnya penderita kelainan seks ini pada umumnya juga memiliki masalah pengendalian diri di luar hal-hal yang terkait dengan seksualitas.

Menurut kami, Anda belum termasuk seorang yang berhak menyadang titel hyperseks karena pada kenyataannya Anda masih bisa mengendalikan seperti tidak meminta kepada suami saat kondisi tidak memungkinkan. Meski begitu Anda tetap harus berusaha untuk mengendalikan hasrat seksual Anda dan mengalihkannya dengan melakukan hal-hal positif, seperti menyalurkan hobi misalnya, atau kegiatan sosial di lingkungan Anda.

Tak ada salahnya sekali-sekali melakukan masturbasi jika hasrat untuk berhubungan seks sudah tak terbendung. Justru itu lebih baik daripada terjadi hubungan seks di luar nikah (selingkuh). Buang jauh-jauh rasa bersalah, karena hal itu justru akan memicu stres. Hanya saja, sebisa mungkin dibatasi frekuensinya, karena dikhawatirkan Anda akan lebih menikmati masturbasi daripada hubungan seks yang sebenarnya dengan suami Anda.

Sebisa mungkin hindari menyaksikan film yang dapat menggugah libido Anda. Tapi jika melihat suami sendiri telanjang dari kamar mandi dan Anda jadi bergairah, kenapa tidak? Banyak suami yang mengeluhkan intensitas hubungan seksnya menurun karena istri seusia Anda sering menolak melayani dengan berbagai alasan. Kami yakin suami Anda tak akan menolak jika Anda memintanya dengan cara halus, seperti ikut telanjang juga atau menemaninya saat ia mandi.

Keterbukaan terhadap suami dan sebaliknya sangat diperlukan jika Anda merasa apa yang Anda alami adalah sebuah gangguan. Jika perlu, berkonsultasilah pada ahlinya (psikolog atau psikiater).

Menurut sejumlah pakar, ada sekelompok wanita yang mengalami peningkatan libido secara drastis menjelang menopause, tapi kebanyakan justru akan menurun. Silakan dipilih sendiri Anda termasuk yang mana. (*)

Jumlah kunjungan: Traffic Counter

Jika Anda berminat mengirim curhat, klik di sini.

Artikel Terkait Konsultasi ,Seks