Cewek Thailand Berpose Bugil di Kolam Renang

sipemuas.com - Berikut ini adalah foto Cewek Thailand Berpose Bugil di Kolam Renang tapi masih dalam balutan bikini� he�he�he�, nah biar gak penasaran langsung saja simak fotonya dibawah ini.

Cewek Thailand Berpose Bugil di Kolam Renang || sipemuas.comCewek Thailand Berpose Bugil di Kolam Renang || sipemuas.com 

Cewek Thailand Berpose Bugil di Kolam Renang || sipemuas.com Cewek Thailand Berpose Bugil di Kolam Renang || sipemuas.com
Cewek Thailand Berpose Bugil di Kolam Renang || sipemuas.com Cewek Thailand Berpose Bugil di Kolam Renang || sipemuas.com
Cewek Thailand Berpose Bugil di Kolam Renang || sipemuas.com Cewek Thailand Berpose Bugil di Kolam Renang || sipemuas.com
Cewek Thailand Berpose Bugil di Kolam Renang || sipemuas.com Cewek Thailand Berpose Bugil di Kolam Renang || sipemuas.com
Cewek Thailand Berpose Bugil di Kolam Renang || sipemuas.com Cewek Thailand Berpose Bugil di Kolam Renang || sipemuas.com

Asian Girls, Thailand Girls, Bikini Girls
Source: facebook

readmore »»  

Pose Panas Model Hot Asal Philipina �Arra Castro�

sipemuas.comBerikut ini adalah kumpulan foto pose panas Arra Castro model hot yang berasal dari Philipina. Buat anda para lelaki penikmat tubuh wanita langsung saja simak fotonya dibawah ini.

Pose Panas Model Hot Asal Philipina �Arra Castro� || sipemuas.com

Pose Panas Model Hot Asal Philipina �Arra Castro� || sipemuas.com

Pose Panas Model Hot Asal Philipina �Arra Castro� || sipemuas.com

Pose Panas Model Hot Asal Philipina �Arra Castro� || sipemuas.com

Pose Panas Model Hot Asal Philipina �Arra Castro� || sipemuas.com

Asian Girls, Philippines Girls, Bikini Girls 
Source: facebook

readmore »»  

Sudah Bosan, Aku Ditinggalkan

Bella, 19 tahun, Cimahi :

Pertama aku bertemu Asep, aku melihat dia seperti orang yang baik. Setelah kami berpacaran selama 5 bulan, aku mulai berhubungan sampai 3 tahun lamanya ...

Akupun tidak tahu, semakin lama pacaran sifatnya semakin berbeda dari yang kukenal saat pertama. Dia jadi kasar. Dia baik apabila sedang menginginkan sesuatu ... Aku tidak peduli karena aku cinta pada Asep. Aku mengenal baik keluarganya, begitupun sebaliknya.

Saat orang tuaku mengatakan sebaiknya kami tunangan saja, Asep menolak dan berkata kalau dia belum siap. Aku kecewa, tapi aku termakan oleh kata-katanya yang selalu mengatakan akan menikahiku asalkan aku selalu menuruti apa mau dia ...

Aku terus saja melakukan hal terlarang itu karena dia menjanjikan akan menikah denganku ...

Saat suatu hari aku pulang kerja dia mengajakku untuk keluar ke taman. Di sana dia diam saja .... lalu dia berkata, "Hubungan kita sampai di sini saja. Aku sudah tidak kuat. Aku sakit hati". Dia bilang seperti itu, padahal yang sakit bukan dia tapi aku ...

Aku sudah tahu sejak lama kalau dia punya wanita lain di belakangku, tapi aku tak mengungkit-ungkitnya karena aku yakin dia akan benar-benar memenuhi janjinya untuk menikahiku.

Itulah sebabnya saat dia mengatakan ingin putus, aku sangat terkejut dan tidak bisa menerima ucapannya. Tapi dia menjawab kalau dia sudah tidak cinta padaku. Aku kecewa dia pergi begitu saja meninggalkan aku.

Sampai sekarang dia tidak pernah menghubungiku lagi. Yang teringat di pikiranku saat dia memutuskan untuk mengakhiri hubungan kami, dia berkata, apabila dia menyadari dia masih sayang aku dan aku ternyata memang yang terbaik, dia akan kembali kepadaku.

Setelah 3 hari putus aku baru menyadari rasa sayangku padanya hilang, berganti menjadi benci karena aku merasa dipermainkan. Hubungan selama 3,5 tahun seolah tidak ada artinya dan sia-sia belaka.

Aku menghujatnya di sms berkali-kali karena aku kecewa ... tapi sekarang aku benar-benar berpikir aku tidak akan kembali padanya walaupun suatu saat dia mencariku ...

Aku hanya berpikir mungkin ini jalan terbaik untukku ...

Aku berharap dan yakin akan ada pria yang lebih baik segala sesuatunya daripada dia suatu hari nanti.
readmore »»  

Perbedaan Kesilauan Pandangan Antara Laki-laki dan Perempuan

Ini adalah sebuah fakta dan isu terkait gender. Isu-isu stereotype gender, memang tak bisa dipisahkan dari kehidupan kita sehari-hari. Bahkan tanpa disadari, stereotype gender terkadang dibutuhkan dalam kehidupan.

Fakta sejarah akan berbicara, memberitahukan kepada kita tentang masalah ini. Seberapa banyak laki-laki yang jatuh dan terkapar hanya karena seorang perempuan? Apakah itu karena sebuah wujud cinta sejati sang lelaki? Kalau saya ditanya, saya akan menjawab “ya”. Tapi yang perlu kita tahu bahwa seorang laki-laki tidak akan bisa berpikir panjang jika dihadapkan oleh masalahnya di atas. Ternyata dengan alasan ini, iklan-iklan memperdayai pelanggannya, dengan melihat sisi kelemahan laki-laki. Sisi psikologis perempuan akan disentuh oleh iklan, dengan melihat kelemahannya dari sisi lain. Perempuan, akan terus berangan-angan mendapatkan kekuatannya.

Kita tahu bahwa kekuatan seorang perempuan berada pada daya tariknya, dan itulah harta dan investasinya yang terbesar. Ini fakta yang tidak bisa disangkal, demi mempertahankan kecantikan, perempuan terkadang lepas kendali dan juga tidak bisa berpikir waras. Silahkan baca salah satu kasus disini (http://netverum.blogspot.com/2009/02/elizabeth-bathory-pembunuh-berantai.html)

Jika seorang perempuan dan laki-laki yang sedang kasmaran sedang “berkhalwat”, kira-kira apa yang ada dalam pikiran mereka berdua? Silakan diteliti kasus ini! Tapi menurut salah satu penelitian didapatkan fakta, bahwa laki-laki akan lebih banyak berfantasi pada hal-hal yang menjurus ke seks atau bagaimana bentuk tubuh pasangannya, sedangkan perempuan akan berpikir tentang kesetiaan pasangannya, tanggungjawab, rasa aman, perhatian dan perlindungan. Sehingga, jika seorang laki-laki menunjukkan sikap ini kepada perempuan, seorang perempuan akan rela menyerahkan segalanya. Dia akan jatuh diterkam “buaya” yang sudah pasang jaring dari tadi.

Memang sudah kodratnya, laki-laki dan perempuan diciptakan dengan karakter yang berbeda. Yang akan menyalahi kodrat adalah jika tidak mau menerima perbedaan ini, atau menjadikan perbedaan ini sebagai senjata menjatuhkan pihak lain. Perempuan menggunakan kecantikan, dan parasnya untuk menaklukkan laki-laki, dan laki-laki menggunakan harta dan jabatan untuk menaklukkan perempuan.

Sungguh sangat ironis, ternyata peperangan di dunia ini hanya dimainkan oleh aktor laki-laki dan perempuan, dengan memainkan karakternya masing-masing. Ada yang berperan sebagai protagonis dan ada yang berperan sebagai antagonis, ada yang menjadi pelaku utama, dan ada yang menjadi korban…jangan sampai anda menjadi korban selanjutnya…

Ingat..!!! laki-laki jadi korban itu biasa, tapi perempuan yang jadi korban, itu derita yang luar biasa…

Ya akhi wa ukhti, karena Allah aku menyayangimu…Pergunakanlah senjata itu sesuai fungsinya. Bukankah Allah sudah menyatakaan bahwa perbedaan itu adalah rahmat dan untuk saling kenal mengenal dan menumbuhkan kasih sayang. Jangan pasang jerat sembarangan. Sudah berapa banyak korban yang berjatuhan…

Sumber: psychologymania.com
readmore »»  

Pose Panas Cewek di Atas Ranjang Minta di Entot

sipemuas.comBerikut ini adalah foto Pose Panas Cewek di Atas Ranjang Minta di Entot, langsung saja simak fotonya dibawah ini.

Pose Panas Cewek di Atas Ranjang Minta di Entot || sipemuas.com

Pose Panas Cewek di Atas Ranjang Minta di Entot || sipemuas.com

Pose Panas Cewek di Atas Ranjang Minta di Entot || sipemuas.com

Pose Panas Cewek di Atas Ranjang Minta di Entot || sipemuas.comPose Panas Cewek di Atas Ranjang Minta di Entot || sipemuas.com

Pose Panas Cewek di Atas Ranjang Minta di Entot || sipemuas.com

Pose Panas Cewek di Atas Ranjang Minta di Entot || sipemuas.com

Asian Girls, Mixed Girls, Bikini Girls
Source: facebook

readmore »»  

Aku yang Ternoda

SS, 25 tahun, Surabaya :

Pengalaman pahit ditinggal pacar yang terjadi 3 tahun lalu masih melekat kuat dalam pikiranku hingga sekarang. Sakit yang aku rasakan tak mudah untuk kulupakan begitu saja. Betapa tidak, D (nama mantan pacarku) pergi meninggalkanku saat aku telah serahkan segalanya karena aku sangat mencintainya.


Aku mengenal D ketika menghadiri acara ulang tahun teman SMAku. D adalah teman kuliah temanku yang berulang tahun. Saat pertama mengenalnya, D terlihat sangat simpatik. Wajahnya cakep, mirip Nicholas Saputra. Itulah yang membuatku langsung jatuh hati padanya. Ternyata iapun tertarik padaku dan kami menjadi cepat akrab.

Hari berikutnya kami mulai saling berhubungan melalui SMS. Seminggu kemudian D ingin ketemuan di sebuah restoran cepat saji. Dari ketemuan itulah kemudian berlanjut dengan ketemuan-ketemuan berikutnya hingga akhirnya D “nembak” aku. Tentu saja aku sangat senang karena aku sudah jatuh cinta padanya sejak pandangan pertama.

Hubungan kami berjalan lancar karena kedua orang tuaku juga menyukai D yang mereka nilai sopan dan ramah.

Aku sangat terlena dengan buaian cinta D hingga suatu ketika kami melakukan perbuatan yang seharusnya tidak boleh kami lakukan. Itu terjadi di kamar kos D di daerah Surabaya Timur. Awalnya aku menyesal, namun D meyakinkanku bahwa itu semua terjadi karena kami saling mencintai.

Sejak itu, kami makin sering melakukan hubungan terlarang dan aku benar-benar pasrah padanya. Tak ada lagi penyesalan karena D selalu menunjukkan sikap dewasa dan bertanggung jawab.

Namun kebahagiaan yang kureguk tak berlangsung lama. D makin jarang mengunjungiku. Hanya sesekali dia SMS, mengatakan kalau sedang sibuk dengan skripsinya. Hari-hari berikutnya tak ada lagi SMS untukku. Aku mencoba meneleponnya tapi tak pernah dijawab. Begitupun dengan SMSku. Ketika kudatangi rumah kosnya, teman satu kosnya bilang kalau ia sudah pindah kos. Sayang temannya tidak tahu kemana D pindah.

Akhirnya aku sadar kalau D telah mencampakkan aku. Kuserahkan kehormatanku padanya dan kini ia menghilang entah kemana. Tinggallah aku sendiri, meratapi kebodohanku. Aku sering mendengar cerita seperti ini, tapi justru kini aku mengalaminya sendiri.

Aku merasa sudah tak punya harga diri lagi. Tapi aku berusaha tidak menunjukkan kegalauan hatiku pada keluargaku. Aku selalu bersikap ceria seperti biasanya, walaupun dalam hati terasa sangat sakit dan malu karena memendam noda hitam yang tak akan hilang hingga akhir hayatku.

Pesanku kepada kaum wanita, janganlah mudah menyerahkan mahkotamu walaupun kau sangat mencintai pacarmu. Pertahankan tetap utuh hingga kalian disatukan dalam mahligai perkawinan yang sah.
readmore »»  

Satu Lawan Tiga

Andra (nama samaran), 48 tahun, Sukoharjo :

Ini pengalaman tak terlupakan waktu aku kuliah di Jogja sekian tahun yang lalu. Ketika libur semesteran aku sengaja tidak pulang kampung, karena diajak teman kuliahku, Joko dan Ucup (keduanya bukan nama sebenarnya) piknik ke Bali. Ucup adalah mahasiswa asal Bogor, sedangkan Joko asli Jogja.

Dengan mengendarai mobil milik Joko, bertiga kami berangkat menuju Bali. Sebelumnya kami mampir ke Jember untuk istirahat di rumah kerabat Joko yang tinggal di sana.

Esok harinya kami melanjutkan perjalanan. Sampai di Denpasar hari sudah senja. Kami langsung mencari warung untuk mengisi perut yang sudah kelaparan. Setelah kenyang kami mencari tempat yang tenang untuk istirahat. Karena membawa uang pas-pasan, kami mencari tempat untuk memarkir mobil sekaligus tempat bermalam.

Pagi harinya kami mencari toilet umum untuk mandi dan setelah itu kembali melanjutkan petualangan berkeliling pulau Bali. Tujuan kami hari itu adalah Tapaksiring untuk melihat istana presiden Soekarno.

Kami sesekali berhenti untuk berfoto-foto manakala menemui lokasi yang indah dan sayang jika tidak diabadikan. Dalam sebuah sesi foto-foto kami melihat dua orang wanita yang juga tengah asyik berfoto ria. Tiba-tiba muncul keisengan Ucup. Dia hampiri kedua wanita itu, mengajak mereka berkenalan, kemudian minta tolong untuk mengambil gambar kami bertiga.

Sebelum berpisah, salah seorang wanita yang bernama Sri (bukan nama sebenarnya) menawari kami tumpangan untuk menginap andai kembali ke Denpasar, karena ia tinggal di kota itu.

Singkat cerita, lima hari kami berada di Bali telah mengunjungi berbagai lokasi wisata yang ada di sana. Kami beruntung karena warga Bali sangat ramah dan murah hati dengan memberi kami tempat bermalam sehingga kami tak perlu tidur di dalam mobil.

Saat tiba kembali di Denpasar sore hari kami langsung menuju lokasi rumah Sri dari kartu nama yang ia berikan kepada kami. Ternyata kami baru tahu kalau Sri seorang janda beranak satu, seorang putri kelas 1 SD. Seperti halnya yang kami alami di tempat bermalam sebelumnya, Sri pun menyambut kami dengan hangat. Ia menyediakan satu kamar untuk kami bertiga, bersebelahan dengan kamarnya.

Kami agak terkejut ketika menunggu giliran mandi, kami mendapati beberapa lembar foto tergeletak di meja. Foto-foto Sri yang sedang mandi dalam berbagai pose! Kami saling berbisik (karena saat itu Sri sedang mandi) dan bertanya-tanya, kenapa foto-foto pribadi seperti itu diletakkan sembarangan.

Kata Ucup yang paling berpengalaman soal perempuan, foto itu sengaja ditaruh di situ sebagai isyarat dari Sri kalau ia memberikan tumpangan bermalam tidak cuma-cuma alias ada imbalannya.

Betul juga. Malam hari saat Sri usai menidurkan putrinya di kamar belakang, ia mengenakan baju tidur tipis sehingga kami bisa melihat dengan jelas tubuhnya yang berkulit hitam manis tak mengenakan bra. Aku tak tahu apa yang ada di pikiran Ucup dan Joko, tapi yang jelas naluri kelelakianku langsung bangkit. Baru kali itu aku melihat pemandangan seperti itu.

Kami berempat ngobrol di ruang tamu dan Sri terlihat biasa-biasa saja, seolah tak merasa kalau caranya berbusana mengundang hasrat laki-laki.

Menjelang tengah malam Sri pamit untuk tidur dan ketika masuk kamar, ia biarkan pintu kamarnya terbuka sedikit. Tanpa dikomando, Ucup langsung menyusul Sri dan menutup pintu kamar. Aku dan Joko hanya saling berpandangan dan menduga-duga apa yang dilakukan Ucup dan Sri.

Sekitar 15 menit kemudian Ucup keluar sambil senyum-senyum dan menyuruhku masuk kamar. Aku ragu karena belum pernah melakukan ini sebelumnya. Aku ganti menyuruh Joko yang masuk.

Sekitar sepuluh menit kemudian Joko keluar kamar sambil mengancingkan celananya. Serta-merta Ucup mendorongku untuk masuk ke dalam kamar. Dengan langkah agak ragu aku masuk ke kamar Sri. Cahaya di dalam kamar remang-remang, tapi aku bisa melihat Sri berbaring di ranjang tanpa busana. Tangan Sri terjulur padaku, mengisyaratkan agar aku mendekatinya. Keraguanku seketika sirna, berganti dengan gairah yang meletup-letup. Kuhempaskan tubuhku di atas tubuh Sri dan kamipun tenggelam dalam percumbuan yang panas.

Aku merasakan kalau Sri sangat bernafsu dan itu membuatku yang masih hijau soal hal-hal begini langsung “selesai” saat Sri melumat bagian vital tubuhku dengan ganasnya. Saat itulah aku melihat tubuh Sri tiba-tiba menggelinjang sendiri sambil melenguh dan sesekali mengatakan sesuatu yang tak jelas. Seperti orang mengigau. Aku sempat kebingungan melihat Sri dan tahu-tahu Sri menggamit tanganku dan menariknya hingga “masuk” ke dalam bagian vital Sri. Mula-mula ia membimbing tanganku melakukan gerakan keluar-masuk, dan aku paham apa yang diinginkannya. Aku lakukan itu makin lama makin kencang sesuai keinginan Sri, hingga akhirnya ia menggelepar dengan nafas terengah-engah.

Setelah melihatnya terbaring tenang, akupun beranjak keluar kamar. Ternyata kedua temanku tak ada di ruang tamu. Mereka sudah masuk ke kamar dan menungguku. Di dalam kamar tak banyak yang kami bicarakan tentang pengalaman masing-masing. Tampaknya mereka ingin hal itu menjadi rahasia pribadi mereka.

Pagi harinya, semua berjalan biasa saja, seolah tak pernah terjadi apa-apa. Usai mengantar anaknya sekolah, Sri menyiapkan sarapan dan kami berempat makan bersama. Wanita yang kuperkirakan berusia sekitar 35 tahun itu terlihat ceria. Ia juga membawakan kami jajanan khas Bali untuk bekal kami di perjalanan kembali ke Jogja.

Sungguh pengalaman yang tak terlupakan, khususnya buat aku, karena baru kali itulah aku bersentuhan dan bercumbu dengan perempuan.

readmore »»  

Nikmatnya Ngeseks Saat Kemah

Nikmatnya Ngeseks Saat Kemahsipemuas.com � Pada waktu kemping di pegunungan dieng tahun 1998, ada dua kemah untuk tidur kami berdua. Kemah satu untuk cowok yang berjumlah 4 orang dan lainnya untuk gadis yang berjumlah 4 orang. Pada suatu malam, kemah tempat gadis kebanjiran karena hujan yang besar tidak bisa tertampung di saluran yang mengelilingi kemah itu. Tentu saja mereka kalang kabut ditengah tidur lelap kami. Tentu saja kami jadi ikut terbangun dengan kegaduhan suara cewek-cewek itu.

Yang dituju pertama untuk melindungi diri dari hujan deras tentu kemah kami para cowok. Kami sepakat untuk malam ini kami tidur masal. Walaupun cukup sempit tetapi masih cukuplah kami tidur berhimpit-himpitan. Setelah diatur, maka muatlah ketujuh orang itu dengan posisi tidur, dengan catatan tidak boleh bergerak yang memang tidak bisa bergerak karena sempitnya. Vita, memilih tidur di dekatku, karena ia kebagian di tempat paling pinggir terkena kain kemah yang menggantung dan basah. Sementara aku sendiri berada di pinggir juga. Ia membisikkan sesuatu kepadaku, �Jangan macam-macam..� Tetapi hal ini justru kutafsirkan suatu tantangan untuk memulai suatu gerilya.

Setelah lentera padam, yang ada hanya gelap gulita. Teman-teman yang lain tampaknya sudah tertidur. Vita memiringkan badannya sehingga menghadapku, sedangkan kakinya menindih pahaku. Nafas ringannya terasa di pundakku. Mataku terus melotot di dalam kegelapan, lalu timbul niat isengku. Pelan-pelan tangan kiriku kuangkat dan kutindihkan pada pinggulnya, sedangkan siku kuletakkan sedemikian rupa sehingga hampir menyentuh payudaranya. Sehingga apabila Vita bergerak sedikit saja payudaranya akan tersenggol oleh lenganku. Aku menanti dengan hati berdebar-debar. Sementara tidur Vita nampaknya makin pulas. Aku menjadi kurang sabar, kugeser sedikit sikuku agar menyentuh payudaranya. Oh, rupanya payudaranya dilindungi oleh kedua tangannya. Usahaku sia-sia. Aku putar otak mencari posisi yang menguntungkan.

Selagi aku hampir kehabisan akal mencari strategi, tiba-tiba Vita bergerak, mengambil lenganku dan menariknya ke dalam pelukannya. Dalam keadaan yang gelap gulita aku memang merasa menyenggol benda yang halus. Tapi aku tidak tahu benar bagian tubuh mana itu, perut apa dada. Walaupun demikian cukuplah untuk pemanasan, pikirku. Senjataku yang sejak siang tadi mengkerut kedinginan mulai bangun. Sebelum besar benar, kubetulkan posisi kemaluanku agar bisa mengembang dengan sempurna tanpa ada bulu yang tertarik oleh tegangnya kemaluanku. Gerakanku agaknya membuat Vita semakin mendekapkan tanganku ke dalam pelukannya, entah secara refleks atau apa aku tak tahu. Sebelah kaki yang menindihku dinaikkan lebih ke atas sehingga nyaris menimpa kemaluanku.

Lenganku masih dalam pelukannya. Tapi jari-jariku masih bebas, aku berusaha meraih apa saja yang ada di dekatnya, tetapi sia-sia. Gerakan-gerakan kecil kemaluanku pasti terasa juga oleh Vita, seandainya ia tidak tidur. Kembali Vita lebih memeluk tanganku dan ditekankannya ke dadaku. Kini aku merasakan lembut dan hangatnya bukit kembar Vita yang terbungkus jaket tebalnya. Dalam gerakan itu kuberanikan diri memegang pangkal pahanya. Vita hanya menggeliat dan menaikkan kakinya sehingga menindih kemaluanku. Aduh, enak sekali. Burungku semakin menggeliat dan bergerak-gerak. Oleh gerakan-gerakan itu diangkatnya kaki Vita, kemudian diletakkan lagi pada tempat yang sama. Nah, di sinilah aku baru merasa bahwa Vita masih belum tidur dan semua gerakannya masih dilakukan dalam keadaan sadar.

Sebelah tanganku yang didekap kugeser-geser mencari sasaran, yang kutuju adalah kemaluannya. Namun sebelum sampai pada sasaran dicubitnya dengan pelan. Aku dan Vita tidak berani saling bersuara. Cubitan halus ini tidak menyurutkan niatku, dengan agak memaksakan diri akhirnya sampailah telapak tanganku bersandar di selangkangannya. Setiba di daerah itu tanganku justru dijepit oleh kedua kakinya. Kamaluannya yang empuk kurasakan meskipun masih tertutup Jeans. Namun oleh jepitan kakinya yang kencang aku tidak bisa berbuat banyak. Namum sebelah tanganku masih bebas leluasa, dengan gerakan yang super hati-hati takut Vita kaget dan membangunkan teman di sebelahnya. Tanganku mulai menerobos double cover-nya. Vita merenggangkan kedua tangannya yang membentuk double cover itu. Dan mendaratlah tanganku di atas payudaranya. Kuelus-elus dan kuremas-remas, membuatnya keenakan.

Setelah beberapa lama aku mengarahkan tanganku untuk mengelus perutnya yang mudah disingkapkan. Pelan-pelan kuselipkan ke bagian dadanya. Akhirnya sampai juga ke arah BH-nya. BH yang terbuat dari nilon halus itu memang lebih nikmat rasanya untuk diremas-remas. Tetapi dasar pikiran yang sudah kotor, maka kucari pengait BH yang ada di punggungnya. Aku agak kesulitan membuka pengait itu. Vita dengan gerakan yang pelan membantunya. Dan, lepaslah pengait itu, membuat buah dadanya sangat mudah untuk disentuh secara langsung kulitnya. Ada rasa hangat, ada rasa lembut, ada rasa nikmat dan ada getaran aneh yang menjadikan kemaluanku, yang tanpa kuduga sudah ada di genggaman Vita, semakin besar.

Aku remas-remas kekenyalan payudaranya, kupencet-pencet putingnya menjadikan nafas Vita semakin memburu. Akhirnya untuk lebih memberikan ruang gerakku, dia mengambil posisi terlentang. Kini tanganku dengan bebas mempermainkan payudaranya yang sudah tidak terlindungi lagi oleh jaketnya, tetapi masih dalam selimut tebalnya. Sekali-kali ada kilat, dan kulihat wajah Vita yang polos kelihatan setengah merem menikmati permainan itu. Kepalaku menerobos masuk ke dalam selimutnya. Kuciumi kulit payudaranya yang mulus, tidak ketinggalan putingnya yang kecil itu. Membuat nafasnya makin naik turun saja. Sementara tanganku menggosok-gosok kemaluannya. Dia setuju saja, hal ini terbukti dengan lebih mengangkangkan kedua kakinya. Setelah kubuka reitsleting, kupelorotkan ke bawah sekalian dengan celana dalamnya. Dengan demikian kemaluannya yang ditumbuhi rambut tipisnya sudah basah oleh lendir karena kuusap-usap dengan halus.

Begitu kumasukkan sebuah jari tengahku ke dalam liang vaginanya, terasa sempit, dan berdenyut-denyut. Wah, aku sudah tidak tahan lagi. Apalagi tangan Vita sudah menerobos masuk ke dalam celana training-ku yang longgar. Mengocok-ngocok dengan halus. Aku agak kesulitan melepas celana jeans dan celana dalamnya, namun Vita membantunya diangkatnya pinggulnya tinggi-tinggi sambil memelorotkan celananya. Sementara teman-teman lain tertidur, kutindih dia, kuarahkan kemaluanku ke arah kemaluannya. Kupelorotkan celanaku sampai ke lutut. Aku mengambil posisi di atasnya, sambil kubetulkan selimut di punggungku. Ia bimbing kemaluanku ke arah lubang yang benar lalu, �Bless�� batang kenikmatanku menerobos masuk dalam kehormatannya yang sangat disembunyikan itu.

Kupompa beberapa kali kemaluanku ke dalam kemaluannya yang sempit, terasa dinding vaginanya bergetar menjadikan kemaluanku makin nikmat, kupercepat gerakanku, sampai akhirnya sampailah perasaan yang sulit dirasakan, tubuhku menegang perasaan nikmat, setengah ngilu berada di ujung kemaluanku dan menjalar ke pinggul lalu ke seluruh tubuh. Sepersekian detik menjelang keluar spermaku, sekilas kuingat sesuatu, dan kucabut penisku dari rahimnya. Sehingga muncratlah spermaku ke atas perutnya, kugesek-gesekkan ke perutnya yang mulus. Ada beberapa kali *an sebelum habis sama sekali. Sejenak kunikmati perasaan yang sangat indah ini, sampai kudengar suara batuk di tengah kegelapan. Aku agak terkejut dan segera kembali pura-pura tidur di sebelah Vita dengan manisnya. Kudengar Vita tertawa namun ditahan. Ia pegang kemaluanku yang sudah mulai lemas dan mencium pipiku. Lalu memungut pakaiannya dan memakainya lagi. Paginya sesuai rencana kami bersiap-siap untuk pulang, Vita bersikap seperti biasa terhadapku. Seperti tidak ada apa-apa semalam. Aku juga demikian.

Sejak kejadian itu, aku dan Vita sangat erat, saling curhat. Kadang-kadang melakukan hubungan suami isteri. Namun demikian kami belum memproklamirkannya sebagai pacar. Kadang hubungan dilakukan di rumahku ketika sedang sepi, atau di tempat kost-nya. Karena kami kebetulan sibuk dalam dalam kepengurusan organisasi mahasiswa di suatu tempat, maka sangat lazim untuk bersama-sama setiap saat. Aku masih belum menganggapnya sebagai pacar karena type orangnya yang egois dan kasar. Sedangkan dalam pengamatanku, agaknya ia suka yang culun dan penurut. Hubungan kami hanya organisasi dan seks.

Mengenai kegemaran Vita dibidang seks, ia sangat agresif kadang-kadang meskipun aku sudah keluar, seandainya ia belum mencapai orgasme maka ia dengan sangat agresif melakukan segala sesuatu. Untuk membuat barangku berdiri lagi. Dalam melakukan hubungan intim, kami sudah sangat bervariasi, dari mulai blow job sebagai pemanasan, dogy style, 69 dan lain-lain. Pokoknya semuanya dicoba. Segala lubang sudah kumasuki termasuk lubang duburnya.

Agak susah juga merayu untuk ditembak bagian belakang. Dengan alasan ia belum orgasme. Pada suatu ketika aku sangat menggebu-gebu dan bernafsu, sudah tiga kali ia klimaks besar (orgasme yang panjang), sampai tubuhnya lemas. Dan barangnya sudah tidak bisa mencengkeram lagi. Aku sampai kehabisan gaya, akhirnya ketika ia tengkurap mula-mula kutembak kemaluannya dari belakang. Tetap saja belum keluar, sedangkan ia sudah kecapaian. Akhirnya kugosok-gosokkan diantara lipatan bokongnya, agak enak juga. Setelah kering kugosok-gosokkan, kumasukkan lagi ke dalam vaginanya yang basah sebagai pelumas. Begitu kutempelkan pada lipatan bokongnya itu tampak ada denyutan tepat di ujung kemaluanku. Pelan-pelan kusodok sedikit, ternyata masuk walaupun sempit sekali. Ia mau bangkit dan menolak, tetapi kutekan terus akhirnya karena ia mungkin sedang kecapaian apa mungkin merasakan nikmat. Akhirnya ia diam saja. Mulanya hanya kepala saja yang bisa masuk, tetapi karena panasnya daerah itu dan remasannya yang sangat kuat tidak ada dua menit aku pun keluar.

Lama-lama ia agak terbiasa dengan tembakan belakang melalui anus, dengan syarat ia sudah terpuaskan dulu. Namun sampai sekarang ia tetap tidak suka dengan permainan itu. Ketika membicarakan seks secara serius ia selalu menghindar ketika menyinggung soal lubang anusnya.Jujur saja, hubungan aneh ini berlangsung sampai kini. Ia bekerja dan sudah punya pacar, tetapi ia mengakui berlagak alim dengan pacarnya karena pacarnya sangat sopan. Lucunya kalau ia terangsang dengan pacarnya dia bisa tahan, karena berlagak alim tersebut. Tetapi begitu pacarnya pulang ia segara menelepon aku. Aku sendiri sudah punya pacar, aku masih berusaha merayunya untuk bisa disetubuhi. Biar aku telah meyakinkan bahwa akan aku keluarkan di luar. Begitulah kisah nyataku bersama Vita. TAMAT!!

Source: pasti-nikmat.blogspot.com 

 

Baca Cerita Seks Yang Lain! 

readmore »»  

Nonton Liga Champions di SCTV Live Streaming

SCTVsipemuas.com - SCTV TV Online Live Streaming merupakan saluran televisi melalui jaringan internet atau secara online. Kita bisa nonton dengan santai di laptop, notebook dan barang lainnya dengan syarat barang tersebut mampu berkoneksi ke internet. Urusan lancar atau enggaknya itu di tentukan dengan kapasitas jaringan internet kita sendiri. Bahkan untuk Liga Champions tahun ini akan di tayangkan di SCTV anda pasti sudah tidak sabar menonton laga-laga seru tersebut. Silahkan tonton SCTV TV Online Live Streaming dibawah ini�.!!

TV Streaming

readmore »»  

Koleksi Foto Seksi Haruna Kojima

sipemuas.comBerikut ini adalah Koleksi Foto Seksi Haruna Kojima, Langsung saja simak fotonya dibawah ini. 

Koleksi Foto Seksi Haruna Kojima || sipemuas.com
Koleksi Foto Seksi Haruna Kojima || sipemuas.com
 
Koleksi Foto Seksi Haruna Kojima || sipemuas.com
 
Koleksi Foto Seksi Haruna Kojima || sipemuas.com
 
Koleksi Foto Seksi Haruna Kojima || sipemuas.com
 
Koleksi Foto Seksi Haruna Kojima || sipemuas.com
 
Koleksi Foto Seksi Haruna Kojima || sipemuas.com
 
Koleksi Foto Seksi Haruna Kojima || sipemuas.com
 
Koleksi Foto Seksi Haruna Kojima || sipemuas.com
 
Koleksi Foto Seksi Haruna Kojima || sipemuas.com
Asian Girls, Japanese Girls
Source: pasti-nikmat.blogspot.com 
readmore »»  

Respon Atas Curhat "Dijadikan Pemuas Nafsu"

Faisan Adnan memberikan respon atas curhat "Dijadikan Pemuas Nafsu" :

Ada apa dengan mbak? Apa yang diharapkan dari laki-laki itu, hidup tidak hanya di dunia, hidup di akhirat jauh lebih panjang.

Memangnya jika mbak menikah dengannya, mbak jamin bisa bahagia?

Saran saya, lebih baik mbak besarkan anak itu dengan cinta dan kasih sayang mbak, lebih mendekatkan diri kepada Tuhan.

Itu bukan cinta mbak. Itu nafsu yang dibungkus dengan bungkus yang menarik.

Tolonglah sedikit dipikirkan, benar atau salah.

readmore »»  

Kumpulan Curhat “Fantasi Terliarku” (2)

Terima kasih kepada kamu-kamu yang telah mengirimkan curhat “Fantasi Terliarku”. Untuk edisi 2 kali ini kami menerima 5 curhat dan kami tampilkan dengan harapan bisa menginspirasi yang lain untuk berperan serta.

Berikut ini 5 curhat “Fantasi Terliarku” edisi 2 :

Baginda (nama samaran), Laki-laki, 29 tahun, Surabaya :
Punya bini 10, cantik dan sexy semua.

Lexy, Laki-laki, 24 tahun, Tangerang :
Aku pengen lulus kuliah cum laude lalu dapat kerja dengan gaji 50 juta sebulan.

Tarum, 35 tahun, Laki-laki, Jakarta :
Setubuh dg gadis remaja.

Reza, 30 tahun, Laki-laki, Samarinda :
Punya mobil balap bisa ngebut di tol.

Inem Sexy (nama samaran), 21 tahun, Perempuan, Bali :
Jadi istrinya bossku yang ganteng dan gagah!! Sayang dah punya istri.

Jika kamu sudah terinspirasi untuk curhat tentang fantasi terliarmu, langsung saja klik di sini.

readmore »»  

Ngentot Memek Tante Girang

Ngentot Memek Tante Girangsipemuas.com - Pada waktu itu aku pulang dari kampus sekitar pukul 20:00 karena ada kuliah malam. Sesampainya di tempat kost, perutku minta diisi. Aku langsung saja pergi ke warung tempat langgananku di depan rumah. Warung itu milik Ibu Sari, umurnya 30 tahun. Dia seorang janda ditinggal mati suaminya dan belum punya anak. Orangnya cantik dan bodynya bagus. Aku melihat warungnya masih buka tapi kok kelihatannya sudah sepi. Wah, jangan-jangan makanannya sudah habis, aduh bisa mati kelaparan aku nanti. Lalu aku langsung masuk ke dalam warungnya. �Tante..?� �Ehhh. Dik Sony, mau makan ya?� �Eee.. ayam gorengnya masih ada, Tante?� �Aduhh.. udah habis tuch, ini tinggal kepalanya doang.� �Waduhh.. bisa makan nasi tok nich..� kataku memelas. �Kalau Dik Sony mau, ayo ke rumah tante. Di rumah tante ada persediaan ayam goreng. Dik Sony mau nggak?� �Terserah Tante aja dech..� �Tunggu sebentar ya, biar Tante tutup dulu warungnya?� �Mari saya bantu Tante.� Lalu setelah menutup warung itu, saya ikut dengannya pergi ke rumahnya yang tidak jauh dari warung itu. Sesampai di rumahnya.. �Dik Sony, tunggu sebentar ya.

Owwww iya, alau mau nonton TV nyalakan aja.. ya jangan malu-malu. Tante mau ganti pakaian dulu..� �Ya Tante..� jawabku. Lalu Tante Sari masuk ke kamarnya, terus beberapa saat kemudian dia keluar dari kamar dengan hanya mengenakan kaos dan celana pendek warna putih. Wow keren, bodynya yang sexy terpampang di mataku, puting susunya yang menyembul dari balik kaosnya itu, betapa besar dan menantang susunya itu. Kakinya yang panjang dan jenjang, putih dan mulus serta ditumbuhi bulu-bulu halus. Dia menuju ke dapur, lalu aku meneruskan nonton TV-nya. Setelah beberapa saat. �Dik.. Dik Sony.. coba kemari sebentar?� �Ya Tante.. sebentar..� kataku sambil berlari menuju dapur. Setelah sampai di pintu dapur. �Ada apa Tante?� tanyaku. �E.. Tante cuman mau tanya, Dik Sony suka bagian mana.. dada, sayap atau paha?� �Eee.. bagian paha aja, Tante.� kataku sambil memandang tubuh Tante Sari yang tidak bisa diungkapkan oleh kata-kata.

Tubuhnya begitu indah. �Dik Sony suka paha ya.. eehhmm..� katanya sambil menggoreng ayam. �Ya Tante, soalnya bagian paha sangat enak dan gurih.� kataku. �Aduhh Dik.. tolong Dik.. paha Tante gatel.. aduhh.. mungkin ada semut nakal.. aduhh..� Aku kaget sekaligus bingung, kuperiksa paha Tante. Tidak ada apa-apa. �Nggak ada semutnya kok Tante..� kataku sambil memandang paha putih mulus plus bulu-bulu halus yang membuat penisku naik 10%. �Masak sih, coba kamu gosok-gosok pakai tangan biar gatelnya hilang.� pintanya. �Baik Tante..� lalu kugosok-gosok pahanya dengan tanganku. Wow, begitu halus, selembut kain sutera dari China

�Bagaimana Tante, sudah hilang gatelnya?� �Lumayan Dik, aduh terima kasih ya. Dik Sony pintar dech..� katanya membuatku jadi tersanjung. �Sama-sama Tante..� kataku. �Oke, ayamnya sudah siap.. sekarang Dik Sony makan dulu. Sementara Tante mau mandi dulu ya.� katanya. �Baik Tante, terima kasih?� kataku sambil memakan ayam goreng yang lezat itu. Disaat makan, terlintas di pikiranku tubuh Tante Sari yang telanjang. Oh, betapa bahagianya mandi berdua dengannya. Aku tidak bisa konsentrasi dengan makanku.

Pikiran kotor itu menyergap lagi, dan tak kuasa aku menolaknya. Tante Sari tidak menyadari kalau mataku terus mengikuti langkahnya menuju kamar mandi. Ketika pintu kamar mandi telah tertutup, aku membayangkan bagaimana tangan Tante Sari mengusap lembut seluruh tubuhnya dengan sabun yang wangi, mulai dari wajahnya yang cantik, lalu pipinya yang mulus, bibirnya yang sensual, lehernya yang jenjang, susunya yang montok, perut dan pusarnya, terus vaginanya, bokongnya yang montok, pahanya yang putih dan mulus itu. Aku lalu langsung saja mengambil sebuah kursi agar bisa mengintip lewat kaca di atas pintu itu. Di situ tampak jelas sekali. Tante Sari tampak mulai mengangkat ujung kaosnya ke atas hingga melampaui kepalanya.

Tubuhnya tinggal terbalut celana pendek dan BH, itu pun tak berlangsung lama, karena segera dia melucutinya. Dia melepaskan celana pendek yang dikenakannya, dan dia tidak memakai CD. Kemudian dia melepaskan BH-nya dan meloncatlah susunya yang besar itu. Lalu, dengan diguyur air dia mengolesi seluruh tubuhnya dengan sabun, lalu tangannya meremas kedua susunya dan berputar-putar di ujungnya.

Kejantananku seakan turut merasakan pijitannya jadi membesar sekitar 50%. Dengan posisi berdiri sambil bersandar tembok, Tante Sari meneruskan gosokannya di daerah selangkangan, sementara matanya tertutup rapat, mulutnya menyungging. Beberapa saat kemudian.. �Ayo, Dik Sony.. masuk saja tak perlu mengintip begitu, kan nggak baik, pintunya nggak dikunci kok!� tiba-tiba terdengar suara dari Tante Sari dari dalam. Seruan itu hampir saja membuatku pingsan dan amat sangat mengejutkan. �Maaf yah Tante. Sony tidak sengaja lho,� sambil pelan-pelan membuka pintu kamar mandi yang memang tidak terkunci. Tetapi setelah pintu terbuka, aku seperti patung menyaksikan pemandangan yang tidak pernah terbayangkan. Tante Sari tersenyum manis sekali dan..

�Ayo sini dong temani Tante mandi ya, jangan seperti patung gicu?� �Baik Tante..� kataku sambil menutup pintu. �Dik Sony.. burungnya bangun ya?� �Iya Tante.. ah jadi malu saya.. abis Sony liat Tante telanjang gini mana harum lagi, jadi nafsu saya, Tante..� �Ah nggak pa-pa kok Dik Sony, itu wajar..� �Dik Sony pernah ngesex belum?� �Eee.. belum Tante..� �Jadi, Dik Sony masih perjaka ya, wow ngetop dong..� �Akhh.. Tante jadi malu, Sony.� Waktu itu bentuk celanaku sudah berubah 70%, agak kembung, rupanya Tante Sari juga memperhatikan. �Dik Sony, burungnya masih bangun ya?� Aku cuman mengangguk saja, dan diluar dugaanku tiba-tiba Tante Sari mendekat dengan tubuh telanjangnya meraba penisku. �Wow besar juga burungmu, Dik Sony..� sambil terus diraba turun naik, aku mulai merasakan kenikmatan yang belum pernah kurasakan.

�Dik Sony.. boleh dong Tante liat burungnya?� belum sempat aku menjawab, Tante Sari sudah menarik ke bawah celana pendekku, praktis tinggal CD-ku yang tertinggal plus kaos T-shirtku. �Oh.. besar sekali dan sampe keluar gini, Dik Sony.� kata Tante sambil mengocok penisku, nikmat sekali dikocok Tante Sari dengan tangannya yang halus mulus dan putih itu. Aku tanpa sadar terus mendesah nikmat, tanpa aku tahu, penisku ternyata sudah digosok-gosokan diantara buah dadanya yang montok dan besar itu.

�Ough.. Tante.. nikmat Tante.. ough..� desahku sambil bersandar di dinding. Setelah itu, Tante Sari memasukkan penisku ke bibirnya, dengan buasnya dia mengeluar-masukkan penisku di mulutnya sambil sekali-kali menyedot, kadang-kadang juga dia menjilat dan menyedot habis 2 telur kembarku. Aku kaget, tiba-tiba Tante Sari menghentikan kegiatannya. Dia pegangi penisku sambil berjalan ke arah bak mandi, lalu Tante Sari nungging membelakangiku, sebongkah pantat terpampang jelas di depanku.

�Dik Sony.. berbuatlah sesukamu.. kerjain Tante ya?!� Aku melihat pemandangan yang begitu indah, vagina dengan bulu halus yang tidak terlalu lebat. Lalu langsung saja kusosor vaginanya yang harum dan ada lendir asin yang begitu banyak keluar dari vaginanya. Kulahap dengan rakus vagina Tante Sari, aku mainkan lidahku di klitorisnya, sesekali kumasukkan lidahku ke lubang vaginanya. �Ough Sonn.. ough..� desah Tante Sari sambil meremas-remas susunya. �Terus Son.. Sonn..� aku semakin keranjingan, terlebih lagi waktu kumasukkan lidahku ke dalam vaginanya ada rasa hangat dan denyut-denyut kecil semakin membuatku gila. Kemudian Tante Sari tidur terlentang di lantai dengan kedua paha ditekuk ke atas.

�Ayo Dik Sony.. Tante udah nggak tahan.. mana burungmu Son?� �Tante udah nggak tahan ya?� kataku sambil melihat pemandangan demikian menantang, vaginanya dengan sedikit rambut lembut, dibasahi cairan harum asin demikian terlihat mengkilat, aku langsung menancapkan penisku di bibir vaginanya. �Aoghh..� teriak Tante Sari. �Kenapa Tante..?� tanyaku kaget. �Nggak.. Nggak apa-apa kok Son.. teruskan.. teruskan..� Aku masukkan kepala penisku di vaginanya. �Sempit sekali Tante.. sempit sekali Tante?� � Nggak pa-pa Son.. terus aja.. soalnya udah lama sich Tante nggak ginian.. ntar juga enak kok..� Yah, aku paksa sedikit demi sedikit, baru setengah dari penisku amblas. Tante Sari sudah seperti cacing kepanasan menggelepar kesana kemari.

�Ough.. Son.. ouh.. Son.. enak Son.. terus Son.. oughh..� desah Tante Sari, begitu juga aku walaupun penisku masuk ke vaginanya cuman setengah tapi kempotannya sungguh luar biasa, nikmat sekali. Semakin lama gerakanku semakin cepat, kali ini penisku sudah amblas dimakan vagina Tante Sari. Keringat mulai membasahi badanku dan badan Tante Sari. Tiba-tiba Tante Sari terduduk sambil memelukku dan mencakarku. �Oughh Son.. ough.. luar biasa.. oughh.. Sonn..� katanya sambil merem melek. �Kayaknya aku mau orgasme.. ough..� penisku tetap menancap di vagina Tante Sari. �Dik Sony udah mau keluar ya?� Aku menggeleng, kemudian Tante Sari terlentang kembali. Aku seperti kesetanan menggerakkan badanku maju mundur, aku melirik susunya yang bergelantungan karena gerakanku, aku menunduk, kucium putingnya yang coklat kemerahan.

Tante Sari semakin mendesah, �Ough.. Sonn..� tiba-tiba Tante Sari memelukku sedikit agak mencakar punggungku. �Oughh.. Sonn.. aku keluar lagi..� Vaginanya kurasakan semakin licin dan semakin besar, tapi denyutannya semakin kerasa. Aku dibuat terbang rasanya.

Ah, rasanya aku sudah mau keluar. Sambil terus goyang, kutanya Tante Sari. �Tante.. aku keluarin di mana Tante..? Di dalam boleh nggak..?� �Terseraahh.. Soonn..� desah Tante Sari. Kupercepat gerakanku, burungku berdenyut keras, ada sesuatu yang akan dimuntahkan oleh penisku. Akhirnya semua terasa enteng, badanku serasa terbang, ada kenikmatan yang sangat luar biasa. Akhirnya kumuntahkan laharku dalam vagina Tante Sari, masih kugerakkan badanku dan rupanya Tante Sari orgasme kembali lalu dia gigit dadaku, �Oughh..� �Dik Sony.. Sonn.. kamu memang hebat..� Aku kembali mangenakann CD-ku serta celana pendekku. Sementara Tante Sari masih tetap telanjang, terlentang di lantai.

�Dik Sony.. kalo mau beli makan malam lagi yah.. jam-jam sekian aja ya..� kata Tante Sari menggodaku sambil memainkan puting dan klitorisnya yang masih nampak bengkak. �Tante ingin Dik Sony sering makan di rumah Tante ya..� kata Tante Sari sambil tersenyum genit.

Source: pasti-nikmat.blogspot.com 

Baca Cerita Seks Yang Lain!

readmore »»